Mau Kuliah di Luar Negeri? Ambil TOEFL Dulu!
Halo!
Post kali ini lebih ke cerita gimana aku ambil TOEFL sampai hari-H aku tes. So, if you really interested to study abroad and not take any language test yet (especially TOEFL IBT), it is good to read this story, maybe it will help you a bit.
Jadi, pas aku naik kelas 12 aku udah mulai fokus untuk ambil kuliah di luar negeri. Nah, mulai cari-cari apa aja sih requirement yang diminta (yang general, karena pada saat itu masih bingung mau universitas apa yang dipilih).
Setelah browsing kesana kemari, akhirnya tau apa saja requirement yang dibutuhkan untuk kuliah ke luar negeri. Hampir semua yang dibutuhkan adalah dokumen-dokumen penting yang sudah aku punya; seperti paspor, transkrip nilai per-semester, dll (I will explain it more on next post). Tapi, ada satu yang belom siap, language test. Oke, karena aku maunya ambil jurusan yang English taught, jadi yang kubutuhkan adalah English Proficiency Test which is can be TOEFL, IELTS, or Cambridge.
Kebetulan, aku pas kelas 10 sampai kelas 11 awal udah belajar tentang TOEFL IBT. Jadi aku memutuskan untuk ambil IBT saja. Anyway, untuk take IBT test, kita harus daftar langsung ke website-nya. Disitu kalian bisa register username dan password, lalu cek lokasi kalian nanti muncul test center yang ada di kota kalian. Aku ambil tes tanggal 3 September 2016 and it cost $195 (pada saat itu jadinya sekitar Rp2.700.000-an kalau di convert). Ohiya, jangan lupa, daftarnya kalau bisa sebulan sebelum tanggal yang kamu pilih, soalnya mereka cuma menyediakan kursi yang limited, jadi sekitar 6-8 orang saja per-tanggal tes.
Untuk persiapan tes nya sendiri, aku nggak les dimana-mana, cuma mengandalkan buku latihan TOEFL saja (karena sudah pernah belajar sedikit waktu kelas 10 dan 11). Buku yang aku pakai adalah keluaran Barron's (bisa klik disini untuk edisi terbarunya, tapi kalian bisa juga cari di toko buku terdekat). Banyak banget buku-buku latihan TOEFL IBT, ga cuma keluaran Barron's, aku juga pernah pakai Longman, tapi Barron's sendiri menurutku udah sangat bagus untuk latihan, karena based on my experience, Barron's isi latihan-latihan dan tips nya udah mirip dan sangat meembantu.
Kalian juga bisa cari-cari di internet, website yang menyediakan practice IBT yang seperti tes aslinya. Aku terbantu juga karena itu. Karena nanti pada saat tes kan kita di depan komputer which is pakai aplikasi, jadi kita bisa curi start dengan mengetahui cara menggunakannya duluan.
Aku belajar untuk tes IBT selama sebulan setiap pulang sekolah. Jadi aku luangin waktu sekitar 1-2 jam untuk belajar dan mengerjakan latihan-latihan. Aku lebih fokus untuk mengerjakan latihan reading dan listening, karena part ini yang punya banyak soal. Tes IBT sendiri memakan waktu 4 jam dengan 4 part (reading, listening, speaking, writing) untuk menyelesaikannya.
Untuk hasil ini menurutku sudah cukup memuaskan, even though gak mencapai apa yang aku mau, tapi kita harus bersyukur, kan? Dan, terbukti apa yang kutakutkan, part yang gak terlalu kusuka yang paling rendah😂. Masih ada waktu untuk mengulang lagi dan memperbaikinya!
I think, it is enough. Kalau ada pertanyaan seputar IBT, bisa comment di bawah dan dengan senang hati akan kubantu😁
Doei!💓
Post kali ini lebih ke cerita gimana aku ambil TOEFL sampai hari-H aku tes. So, if you really interested to study abroad and not take any language test yet (especially TOEFL IBT), it is good to read this story, maybe it will help you a bit.
Jadi, pas aku naik kelas 12 aku udah mulai fokus untuk ambil kuliah di luar negeri. Nah, mulai cari-cari apa aja sih requirement yang diminta (yang general, karena pada saat itu masih bingung mau universitas apa yang dipilih).
Setelah browsing kesana kemari, akhirnya tau apa saja requirement yang dibutuhkan untuk kuliah ke luar negeri. Hampir semua yang dibutuhkan adalah dokumen-dokumen penting yang sudah aku punya; seperti paspor, transkrip nilai per-semester, dll (I will explain it more on next post). Tapi, ada satu yang belom siap, language test. Oke, karena aku maunya ambil jurusan yang English taught, jadi yang kubutuhkan adalah English Proficiency Test which is can be TOEFL, IELTS, or Cambridge.
Kebetulan, aku pas kelas 10 sampai kelas 11 awal udah belajar tentang TOEFL IBT. Jadi aku memutuskan untuk ambil IBT saja. Anyway, untuk take IBT test, kita harus daftar langsung ke website-nya. Disitu kalian bisa register username dan password, lalu cek lokasi kalian nanti muncul test center yang ada di kota kalian. Aku ambil tes tanggal 3 September 2016 and it cost $195 (pada saat itu jadinya sekitar Rp2.700.000-an kalau di convert). Ohiya, jangan lupa, daftarnya kalau bisa sebulan sebelum tanggal yang kamu pilih, soalnya mereka cuma menyediakan kursi yang limited, jadi sekitar 6-8 orang saja per-tanggal tes.
Untuk persiapan tes nya sendiri, aku nggak les dimana-mana, cuma mengandalkan buku latihan TOEFL saja (karena sudah pernah belajar sedikit waktu kelas 10 dan 11). Buku yang aku pakai adalah keluaran Barron's (bisa klik disini untuk edisi terbarunya, tapi kalian bisa juga cari di toko buku terdekat). Banyak banget buku-buku latihan TOEFL IBT, ga cuma keluaran Barron's, aku juga pernah pakai Longman, tapi Barron's sendiri menurutku udah sangat bagus untuk latihan, karena based on my experience, Barron's isi latihan-latihan dan tips nya udah mirip dan sangat meembantu.
Kalian juga bisa cari-cari di internet, website yang menyediakan practice IBT yang seperti tes aslinya. Aku terbantu juga karena itu. Karena nanti pada saat tes kan kita di depan komputer which is pakai aplikasi, jadi kita bisa curi start dengan mengetahui cara menggunakannya duluan.
Aku belajar untuk tes IBT selama sebulan setiap pulang sekolah. Jadi aku luangin waktu sekitar 1-2 jam untuk belajar dan mengerjakan latihan-latihan. Aku lebih fokus untuk mengerjakan latihan reading dan listening, karena part ini yang punya banyak soal. Tes IBT sendiri memakan waktu 4 jam dengan 4 part (reading, listening, speaking, writing) untuk menyelesaikannya.
- Yang akan kalian kerjakan pertama adalah part Reading (memakan waktu 60-80 menit). Ketika kalian mengerjakan part ini kalian bisa cuma mendapat 3 passage reading atau pun 4, jadi total pertanyaanya adalah 36-56 pertanyaan.
- Yang kedua adalah part Listening (memakan waktu 60-90 menit). Sudah disiapkan headphone oleh tempat tes nya jadi kalian hanya tinggal memakainya (jangan lupa menyesuaikan volume suaranya!). Jumlah pertanyaannya pun bervariasi, jika kalian beruntung kalian bisa dapat yang sedikit. Total pertanyaannya adalah 34-51 pertanyaan.
- Sebelum memasuki part Speaking, kalian diberi waktu istirahat 10 menit untuk minum, makan snack, ataupun ke toilet.
- Selanjutnya memasuki part Speaking yang memakan waktu 20 menit dengan 6 pertanyaan.
- Dan yang terakhir adalah part Writing (50 menit) dengan 2 pertanyaan.
Jujur, aku cuma sebentar banget belajar untuk Speaking, pokoknya gak maksimal banget! Dan untuk Writing, aku hanya belajar tips dari internet malam sebelum tes (aku sangat suka menulis jadi udah pede aja pas itu wkwk).
Hari-H pun datang. Karena tes dimulai pukul 8 pagi, aku pergi dari asrama dari pukul 6 dengan keadaan kurang tidur haha. Sampai di tempat tes sekitar jam 7 dan belum ada orang sama sekali. Aku dan 2 temanku adalah orang pertama yang datang. Sampai akhirnya jam 8 kurang 15, staff yang mengurus tesnya memanggil kita untuk cek identitas. DAN BODOHNYA, KITA SEMUA LUPA BAWA PASPOR!! Jadi, ingat guys, jangan lupa bawa identitas diri khususnya PASPOR.
Untungnya, paspornya gapapa kalo hanya foto, karena cuma mau mencocokkan nomor paspor dan foto di paspor itu. Huft.
Setelah tes, aku kurang percaya diri dengan Speaking dan Listening-ku (kedua part ini adalah kelemahanku). Dan aku mikir kayaknya ga bakal bagus deh nilainya.
Setelah menunggu tepat 7 hari (info nilai biasanya maximal 14 hari), akhirnya online result udah keluar! (Yup, ini salah satu kelebihan IBT, ada result dalam bentuk pdf selain paper result, yang dua-duanya free, tapi kalau kalian mau nambah paper result-nya ada biaya tambahan). Alhamdulillah, hasil nya nggak jelek-jelek banget😂 walaupun tidak mencapai goals ku (90), but at least hampir tercapai.
I think, it is enough. Kalau ada pertanyaan seputar IBT, bisa comment di bawah dan dengan senang hati akan kubantu😁
Doei!💓

Comments
Post a Comment